NUANSADIGITAL.COM, Jakarta (15/2) – Dalam pidato resminya pada forum Indonesia Economic Outlook 2026 yang berlangsung di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat (13/02/2026), Presiden Prabowo menegaskan arah kebijakan pemerintah yang berfokus pada efisiensi anggaran secara besar-besaran serta penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih.
Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa pada tahun pertama masa pemerintahannya, negara telah berhasil mengamankan penghematan anggaran yang sangat signifikan, yakni mencapai lebih dari Rp300 triliun. Anggaran tersebut diklaim merupakan hasil dari pemangkasan belanja yang tidak produktif dan kini telah dialihkan untuk mendukung program-program strategis nasional, termasuk program makan bergizi gratis (MBG) bagi masyarakat.
Presiden menegaskan keberhasilan langkah efisiensi yang telah diambil dengan menyatakan, “Dalam kebijakan fiskal saya sudah buktikan bahwa kita bisa melaksanakan efisiensi, penghematan yang sangat besar. Di tahun pertama pemerintahan kita, kita telah menghemat uang dari anggaran kita sendiri sangat besar, Rp300 triliun lebih penghematan kita.”
Langkah konkret ini dilakukan dengan memprioritaskan kebutuhan dasar rakyat dan pembangunan infrastruktur dibandingkan kegiatan seremonial, seminar, maupun kajian yang dinilai berlebihan. Presiden menekankan pentingnya respons cepat terhadap persoalan di lapangan daripada terjebak dalam proses analisis yang berkepanjangan.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menginstruksikan jajaran birokrasi untuk lebih berorientasi pada hasil nyata daripada sekadar dokumen administratif. Beliau menyampaikan secara tegas, “Kajian-kajian, analisa-analisa, sudah tidak perlu terlalu banyak kajian dan analisa. Kita sudah tahu masalahnya. Kekurangan infrastruktur, lakukan. Desa perlu jembatan, buat. Rakyat lapar, cari pangan. Tidak usah terlalu banyak analisa,” tegas Prabowo.
Hal ini selaras dengan upaya pemerintah dalam menutup setiap celah kebocoran anggaran dan memaksimalkan kinerja pengelolaan aset negara guna mempercepat akselerasi pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia.
Selain efisiensi birokrasi, Presiden Prabowo juga menyoroti peran vital Danantara yang dalam waktu singkat telah menunjukkan performa luar biasa dengan mencatatkan hasil efisiensi dan reformasi hingga empat kali lipat dibandingkan tahun 2024. Melalui keberhasilan ini, Kepala Negara menetapkan target pengembalian aset atau return on asset (RoA) yang lebih ambisius di atas angka 8 persen guna memastikan optimalisasi kekayaan negara.
Di sisi lain, Presiden Prabowo menegaskan bahwa fondasi ekonomi yang kuat harus dibarengi dengan pemberantasan korupsi yang tanpa kompromi di segala tingkatan, mulai dari birokrasi hingga sektor usaha.
Presiden Prabowo berkomitmen untuk membersihkan Indonesia dari segala bentuk penyimpangan dan manipulasi anggaran demi menjamin keadilan bagi seluruh rakyat. Beliau menutup pesannya dengan peringatan keras terkait penegakan hukum, “Korupsi masih terlalu banyak. Kita harus habiskan korupsi dari bumi Indonesia. Segala kebocoran, segala penyelewengan, segala manipulasi, semua. Semua tingkatan. Tidak ada kompromi. Kita harus tegakkan hukum dengan baik. Tapi tidak boleh ada miscarriage of justice,” pungkas Prabowo.


Comment