NUANSADIGITAL.COM, Jakarta (3/6) – Pemulangan jemaah haji Indonesia pada musim haji 2026 dipastikan berjalan lebih cepat dan efisien. Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan telah menyiapkan inovasi layanan koridor tanpa hambatan atau seamless immigration process. Melalui sistem mutakhir ini, para jemaah tidak perlu lagi mengantre di konter pemeriksaan imigrasi konvensional maupun fasilitas autogate saat tiba di Tanah Air, sehingga proses kedatangan ribuan jemaah dari Arab Saudi dapat berjalan dengan lancar.
Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menegaskan bahwa seluruh persiapan infrastruktur dan personel telah matang untuk mendukung fase pemulangan haji 2026. Data perjalanan jemaah telah diproses terlebih dahulu oleh petugas sebelum kedatangan, sehingga mempercepat verifikasi di lapangan.
“Dalam mendukung kepulangan jamaah haji Indonesia tahun 2026, kami telah menyiapkan layanan khusus berupa seamless immigration process melalui corridor gate di sejumlah titik debarkasi haji,” kata Hendarsam di Jakarta.
Hendarsam juga menambahkan bahwa dengan sistem baru ini, jemaah dapat langsung melanjutkan perjalanan menuju asrama haji atau lokasi tujuan berikutnya tanpa penundaan yang berarti.
Fasilitas corridor gate ini telah ditempatkan di beberapa titik strategis debarkasi haji 2026. Di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, layanan tersebut dioperasikan di Terminal 2 untuk melayani kedatangan jemaah berdasarkan kelompok terbang. Petugas imigrasi beserta mobile unit juga disiagakan penuh di lokasi. Sementara itu, untuk wilayah Surabaya, fasilitas corridor gate dipindahkan langsung ke Asrama Haji Sukolilo dan telah terintegrasi dengan sistem pusat keimigrasian.
Sistem seamless immigration process sendiri merupakan teknologi berbasis biometrik yang mendeteksi data penumpang internasional tanpa mengharuskan mereka berhenti di konter. Inovasi yang diadopsi sejak tahun lalu ini merupakan bagian dari program All Indonesia untuk meningkatkan efisiensi pelayanan bandara. Hingga saat ini, pihak imigrasi melaporkan belum ada kendala signifikan, termasuk isu kehilangan dokumen perjalanan di Arab Saudi. Jika kasus tersebut terjadi, Ditjen Imigrasi siap berkoordinasi cepat agar tidak menghambat kepulangan.
Fase kepulangan jemaah haji 2026 telah resmi dimulai dengan keberangkatan Kelompok Terbang Pertama Embarkasi Batam dari Jeddah. Pada gelombang pertama ini, sebanyak 17 kloter dengan total 6.798 jemaah dijadwalkan tiba di Indonesia secara bertahap. Berdasarkan Rencana Perjalanan Haji, pemulangan gelombang kedua akan berlangsung dari Madinah pada pertengahan hingga akhir Juni, setelah jemaah menyelesaikan ibadah Arbain di Kota Nabawi.


Comment