NUANSADIGITAL.COM, Semarang (08/8) – PB PERSINAS ASAD menghadiri upacara Pembukaan Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah yang berlangsung secara khidmat dan meriah di Lapangan Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah, pada Sabtu (8/8/2026). Kehadiran delegasi ini menjadi momentum penting dalam memperkokoh hubungan antardua perguruan pencak silat besar di Indonesia, sekaligus menegaskan semangat kebersamaan dalam merawat warisan budaya luhur bangsa.
Dalam agenda nasional yang penuh dengan nuansa keakraban tersebut, Ketua Umum PB PERSINAS ASAD diwakili secara resmi oleh Sekretaris Umum Weda Hendragiri bersama jajaran pengurus pusat lainnya. Kehadiran jajaran pimpinan PB PERSINAS ASAD ini merupakan wujud dari komitmen berkelanjutan organisasi dalam menjaga harmoni, merawat kebhinekaan, serta mempererat tali silaturahim antarperguruan pencak silat yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.
Acara Muktamar XVI ini dipandang sangat strategis untuk terus memupuk nilai-nilai persaudaraan sekaligus membangun sinergi lintas perguruan demi kebangkitan dan kemajuan pencak silat. Kolaborasi ini dinilai sangat krusial, baik dalam konteks pelestarian pencak silat sebagai warisan kebudayaan takbenda maupun penguatan fondasi pembinaan prestasi olahraga, sehingga pencak silat mampu terus bersaing dan disegani di gelanggang internasional.
Di sela-sela acara pembukaan, Sekretaris Umum PB PERSINAS ASAD Weda Hendragiri menyampaikan pandangannya mengenai esensi utama dari filosofi pencak silat serta arti penting dari keikutsertaan PB PERSINAS ASAD dalam perhelatan bersejarah tersebut.
“Pencak silat tidak hanya mengajarkan ketangkasan fisik dan bela diri, tetapi juga melestarikan nilai-nilai luhur budi pekerti serta persaudaraan. Kehadiran kami dalam Pembukaan Muktamar XVI Tapak Suci ini adalah wujud ikhtiar bersama untuk memperkuat silaturahim dan saling mendukung dalam memajukan pencak silat Indonesia menuju pentas dunia,” ujar Sekretaris Umum PB PERSINAS ASAD.
Melalui partisipasi aktif dalam agenda-agenda nasional antarperguruan seperti ini, PB PERSINAS ASAD menunjukkan tekadnya untuk senantiasa memposisikan pencak silat sebagai perekat persatuan bangsa. Semangat gotong royong dan saling menghormati antarorganisasi persilatan diharapkan dapat terus bertumbuh, sehingga melahirkan generasi muda yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki karakter luhur dan berdaya saing tinggi.
Selain menghadiri pembukaan, jajaran PB PERSINAS ASAD turut menyampaikan apresiasi serta ucapan selamat atas terselenggaranya Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Semarang. Melalui forum musyawarah ini, Tapak Suci diharapkan dapat terus melahirkan gagasan-gagasan yang strategis dan produktif. Gagasan tersebut diyakini akan memberikan kontribusi positif yang berkelanjutan bagi kemajuan dunia persilatan nasional serta kemaslahatan seluruh masyarakat Indonesia.


Comment