Nasional
Home / Nasional / Kemenag: Pelepasan Lampion Waisak 2026 di Borobudur Bawa Pesan Perdamaian Dunia

Kemenag: Pelepasan Lampion Waisak 2026 di Borobudur Bawa Pesan Perdamaian Dunia

Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha mendampingi prosesi perayaan Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era yang berpusat di Candi Borobudur, Minggu (31/5/2026)
Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha mendampingi prosesi perayaan Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era yang berpusat di Candi Borobudur, Minggu (31/5/2026)

NUANSADIGITAL.COM, Magelang (2/6) – Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha mendampingi prosesi perayaan Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era yang berpusat di Candi Borobudur, Minggu (31/5/2026). Perayaan spiritual tersebut mencapai puncaknya melalui pelepasan ribuan lampion ke langit malam yang tidak hanya menjadi daya tarik visual memukau, tetapi juga memuat jutaan doa, harapan, serta pesan perdamaian mendalam yang dipanjatkan oleh umat Buddha untuk keselamatan Indonesia dan dunia.

Rangkaian acara diawali dengan prosesi khidmat penyalaan Lentera Perdamaian sebagai simbol harapan akan kehidupan global yang lebih harmonis. Agenda ini dihadiri langsung oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Ketua Umum DPP WALUBI S. Hartati Murdaya, serta jajaran pejabat Kementerian Agama (Kemenag), termasuk Dirjen Bimas Buddha Supriyadi. Kehadiran para tokoh nasional ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dan mendukung kelestarian tradisi spiritual keagamaan.

Bagi umat Buddha, penerbangan lampion ini memiliki esensi spiritual yang mendalam, yakni sebagai simbol pelepasan hal-hal negatif dalam diri serta penumbuhan tekad baru untuk menebar kebajikan. Suasana di kawasan candi berlangsung sangat khidmat ketika ribuan umat lintas daerah larut dalam keheningan doa dan meditasi bersama. Prosesi spiritual tersebut dipimpin langsung oleh para Bhante yang mengajak seluruh jemaat untuk merefleksikan perjalanan hidup dan menenangkan pikiran.

Dalam kesempatan tersebut, salah seorang Bhante yang memimpin meditasi menekankan pentingnya aktualisasi cinta kasih universal demi menjaga persatuan di tengah tantangan kemanusiaan global yang semakin kompleks.

“Kedamaian tidak hanya dimulai dari hubungan antarmanusia, tetapi juga dari ketenangan batin dan kepedulian terhadap seluruh kehidupan,” ujarnya di sela-sela pelafalan doa Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta yang berarti semoga semua makhluk hidup berbahagia.

Muktamar Ke-35 NU Siapkan Generasi Digital Native

Seiring berjalannya malam, lantunan doa yang menggema mengiringi pergerakan ribuan titik cahaya yang perlahan membumbung tinggi menembus kegelapan. Melalui koordinasi intensif Kemenag dan pemangku kepentingan terkait, seluruh rangkaian kegiatan ini dapat berjalan dengan aman dan penuh khusyuk. Pelepasan lampion tahunan ini pada akhirnya bukan sekadar menjadi rutinitas seremonial belaka, melainkan sebuah ruang perjumpaan spiritual yang memperkuat komitmen bersama untuk membangun peradaban dunia yang berlandaskan kasih sayang, toleransi, dan kedamaian sejati.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement