NUANSADIGITAL.COM, Jakarta (12/2) – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (11/02/2026). Dalam pertemuan strategis tersebut, Kepala Negara memberikan instruksi khusus mengenai percepatan pengembangan teknologi pengolahan sampah skala mikro dan Waste to Energy yang telah berjalan.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dalam penjelasannya kepada awak media usai rapat menjelaskan bahwa Presiden Prabowo menekankan pentingnya akselerasi inovasi yang telah dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi.
“Beberapa teknologi pengolahan sampah skala mikro yang memang sudah dikembangkan di beberapa kampus tadi diminta oleh Bapak Presiden untuk dilakukan percepatan. Sekaligus Beliau Bapak Presiden memberikan arahan, bahwa program Waste to Energy tetap terus berjalan,” ujar Brian.

Menurut Brian, sejumlah teknologi tersebut saat ini telah berjalan dan siap untuk dipercepat implementasinya melalui uji coba di berbagai daerah. Pengembangan ini, lanjut Brian, akan dilakukan secara terintegrasi dengan Danantara guna memastikan efektivitas dan keberlanjutan program.
“Ada beberapa teknologi tadi dibicarakan, kita akan segera pilih dan juga akan berjalan bersama Danantara sehingga nantinya penanganan sampah juga akan berjalan di level-level mikro, di tingkat kelurahan lebih efektif,” kata Brian.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah juga memastikan aspek lingkungan menjadi perhatian utama. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi akan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup (LH) untuk menjamin bahwa teknologi yang diterapkan tidak menimbulkan dampak negatif.
Lebih lanjut, pemerintah akan segera menggelar rapat lanjutan bersama Kementerian Lingkungan Hidup, Danantara, serta pemerintah daerah untuk mendorong implementasi secara lebih luas.
“Jadi kita akan segera lakukan rapat dengan LH, dengan Danantara untuk pengembangan teknologinya lebih massal, sehingga standarnya juga lebih baik. Dan juga tadi dengan Pemda, kita akan segera uji coba di beberapa kota dan ini harapannya juga bisa mempercepat penanganan sampah sambil menunggu tentu Waste to Energy yang sedang dijalankan Danantara berjalan,” tutur Brian.
Implementasi teknologi ini ditargetkan mulai berjalan pada tahun ini dengan fokus penanganan sampah di tingkat desa atau kelurahan.
“Kira-kira 10 ton per hari, jadi sampah di kelurahan, di desa itu kira-kira besarannya 10 ton per hari itu yang akan kita coba atasi,” jelas Brian.
Berbeda dengan instalasi energi skala besar, teknologi mikro ini lebih difokuskan pada reduksi volume sampah menjadi material turunan yang bernilai guna, seperti residu yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran semen atau pembangunan trotoar. Langkah ini mencerminkan strategi pemerintah dalam membangun sistem penanganan sampah yang lebih adaptif, cepat, dan menyentuh unit masyarakat terkecil.
“Kalau yang ini tidak menghasilkan listrik, jadi ini hanya untuk menangani sampah menjadi pasir atau debu yang nanti bisa dipakai untuk dicampur pasir untuk trotoar, untuk semen dan sebagainya,” pungkasnya.
Langkah ini menandai strategi pemerintah dalam membangun ekosistem pengelolaan sampah yang lebih adaptif, menggabungkan inovasi teknologi, peran perguruan tinggi, serta kolaborasi lintas kementerian dan pemerintah daerah sekaligus mempercepat terwujudnya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.


Comment