Daerah
Home / Daerah / Pemkab Jombang dan Warga Gotong Royong Tangani Darurat Tanggul Jebol di Desa Pojok Klitih

Pemkab Jombang dan Warga Gotong Royong Tangani Darurat Tanggul Jebol di Desa Pojok Klitih

Pemkab Jombang dan Warga Gotong Royong Tangani Darurat Tanggul Jebol di Desa Pojok Klitih
Pemkab Jombang dan Warga Gotong Royong Tangani Darurat Tanggul Jebol di Desa Pojok Klitih

NUANSADIGITAL.COMJombang (3/4) – Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat pedesaan kembali dibuktikan oleh warga Desa Pojok Klitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang. Dengan prinsip guyub saklawase, masyarakat setempat bersama jajaran Pemkab Jombang menggelar aksi kerja bakti massal pada Rabu, 1 April 2026. Aksi ini dilakukan sebagai respons cepat terhadap kerusakan tanggul sungai yang kian mengkhawatirkan akibat cuaca ekstrem.

Kondisi cuaca di wilayah Jombang dalam sepekan terakhir memang terpantau cukup mengkhawatirkan. Hujan deras dengan intensitas tinggi yang turun hampir setiap hari memicu peningkatan debit air sungai secara drastis. Tekanan air yang sangat kuat menyebabkan erosi parah pada bagian tanggul, yang jika dibiarkan, akan mengancam keselamatan permukiman warga serta area persawahan yang menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat setempat.

Melihat ancaman bencana yang sudah di depan mata, puluhan warga tidak tinggal diam. Sejak pagi hari, mereka bahu-membahu bersama petugas teknis dari berbagai instansi terkait untuk melakukan penanganan darurat. Kesadaran kolektif untuk melindungi desa dari potensi banjir susulan menjadi penggerak utama dalam kegiatan yang berlangsung hingga siang hari tersebut.

Fokus kegiatan kerja bakti ini diarahkan pada penguatan struktur tanggul yang mulai terkikis. Warga dan petugas secara terpadu melakukan pemasangan penyangga sementara, penguatan struktur tanah menggunakan karung-karung berisi pasir, serta pembersihan material longsoran yang menyumbat aliran air. Selain itu, dilakukan pula penataan ulang aliran sungai guna membagi tekanan debit air agar tidak bertumpu pada satu titik rawan saja.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jombang, Wiku Birawa Filipe Dias Quintas, S.STP., M.Si., yang terjun langsung ke lokasi bersama tim reaksi cepat, memberikan apresiasi terhadap kolaborasi ini. Kehadirannya di lapangan bukan hanya untuk memberikan bantuan teknis, tetapi juga memastikan bahwa instruksi pimpinan daerah dilaksanakan dengan maksimal demi keselamatan warga.

Standardisasi Mutu Sekolah, Muhammadiyah Balanced Scorecard Resmi Diterapkan di Yogyakarta

“Kerja bakti ini adalah wujud nyata instruksi Abah Bupati agar seluruh unsur pemerintah bergerak cepat, responsif, dan hadir di tengah masyarakat saat terjadi kendala alam. Sinergi antara warga yang tanggap dan pemerintah yang siap sedia adalah kunci mitigasi bencana yang paling ampuh,” tegas Wiku di sela-sela kesibukan penanganan tanggul.

Masyarakat setempat bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menggelar aksi kerja bakti massal pada Rabu, 1 April 2026
Masyarakat setempat bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menggelar aksi kerja bakti massal pada Rabu, 1 April 2026

Berdasarkan hasil asesmen sementara yang dilakukan oleh tim ahli di lapangan, kerusakan tanggul terjadi di beberapa titik strategis dengan tingkat erosi yang bervariasi. Meskipun penanganan saat ini bersifat darurat sebagai upaya mitigasi awal, Pemkab Jombang melalui dinas terkait telah merencanakan langkah penanganan lanjutan yang bersifat permanen guna memastikan infrastruktur sungai benar-benar kokoh dalam jangka panjang.

Dampak dari aksi kolaboratif ini sangat dirasakan oleh masyarakat Desa Pojok Klitih. Selain berhasil menstabilkan kondisi fisik tanggul untuk sementara waktu, kehadiran pemerintah di lapangan memberikan ketenangan psikologis bagi warga. Rasa khawatir akan terjadinya banjir luapan yang sebelumnya menghantui warga kini mulai berkurang seiring dengan menguatnya kembali pertahanan sungai desa mereka.

Langkah mitigasi terpadu ini mencerminkan tingginya kesiapsiagaan Kabupaten Jombang dalam menghadapi bencana hidrometeorologi. Dengan kembalinya fungsi tanggul secara optimal, distribusi debit air diharapkan dapat terkelola dengan baik. Hal ini menjadi bukti bahwa komunikasi yang lancar antara warga dan pemerintah mampu menciptakan benteng pertahanan yang kuat dalam menghadapi tantangan alam.

Tanpa Antre, Pemulangan Jemaah Haji 2026 Didukung Teknologi Corridor Gate Biometrik

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement