NUANSADIGITAL.COM, Jakarta (31/3) – Menteri Agama, Nasaruddin Umar menegaskan bahwa tradisi halalbihalal merupakan momentum krusial untuk saling memaafkan sekaligus melepaskan beban moral untuk mengoptimalkan kinerja aparatur. Penegasan ini disampaikan dalam acara halalbihalal pegawai Kementerian Agama yang berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Jakarta, pada Selasa (31/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Menag didampingi oleh Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii, Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin, serta jajaran pejabat eselon I, II, dan para ASN di lingkungan Kementerian Agama.
Kehadiran sejumlah tokoh senior seperti Menag periode 2014-2019 Lukman Hakim Saifuddin, serta para mantan Wakil Menteri dan Sekjen terdahulu menambah kekhidmatan acara tersebut. Menag menjelaskan bahwa tradisi ini merupakan kearifan khas Indonesia yang memiliki dimensi spiritual dan sosial yang sangat dalam. Menurutnya, setelah menjalani ibadah Ramadan dan memperoleh ampunan dari Allah SWT, hubungan antarmanusia harus segera diselesaikan agar tidak ada lagi ganjalan psikologis dalam bekerja.
“Halal bihalal ini bukan sekadar tradisi, tetapi momentum untuk membersihkan diri, baik hubungan dengan Allah maupun dengan sesama manusia. Sekarang kita selesaikan hubungan dengan sesama. Dengan begitu, tidak ada lagi beban rasa bersalah atau berdosa yang menghambat kita bekerja,” ujar Menag Nasaruddin Umar.
Lebih lanjut, Menag menggarisbawahi bahwa beban psikologis berupa rasa bersalah dapat berdampak langsung pada produktivitas dan tanggung jawab ASN. Oleh karena itu, ia berharap momen ini menjadi titik awal bagi seluruh jajaran untuk kembali bekerja dengan hati yang ringan dan bersih. Beliau juga mengingatkan pentingnya menghargai kontribusi para pendahulu yang telah membangun fondasi institusi selama ini, karena apa yang dinikmati saat ini merupakan keberlanjutan dari kerja keras masa lalu.
Menutup arahannya, Nasaruddin Umar menyampaikan permohonan maaf secara pribadi maupun atas nama pimpinan kementerian kepada seluruh jajaran dan masyarakat luas. Beliau berharap melalui semangat saling memaafkan ini, seluruh ASN Kementerian Agama dapat semakin solid dan profesional dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
“Kalau kita masih menyimpan beban, kita tidak bisa bekerja maksimal. Hari ini kita mulai dengan hati yang bersih agar amanah yang diemban bisa dijalankan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.


Comment