Provinsi
Home / Provinsi / LDII Jatim Dorong Perlindungan Anak dari Cyberbullying

LDII Jatim Dorong Perlindungan Anak dari Cyberbullying

Kepala Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak DP3AK Jatim R. Hari Chandra Noviyanto (kanan) menerima cendera mata dari Wanita LDII Jawa Timur dalam seminar perlindungan anak di ruang digital, Surabaya, Minggu (25/10/2026). Foto: LINES Jatim

NUANSADIGITAL.COM, Surabaya (27/10) – Tiga pilar utama yang terdiri dari orang tua, guru, dan masyarakat menjadi kunci mendasar dalam melindungi anak-anak dari ancaman perundungan siber (cyberbullying) di ruang digital. Sinergi yang kuat di antara ketiga unsur ini dinilai sangat krusial agar anak dapat beraktivitas di internet secara aman, sehat, dan ramah.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak DP3AK Provinsi Jawa Timur, R. Hari Chandra Noviyanto, saat menjadi pembicara dalam seminar yang diselenggarakan Wanita LDII Jatim di GSG Sabilurrosyidin, Surabaya, hari Minggu (25/10/2026). Seminar yang digagas oleh pengurus daerah LDII Jatim tersebut mengusung tema “Membangun Ekosistem Perlindungan Anak di Ruang Digital sebagai Ruang yang Aman, Sehat, dan Ramah untuk Anak”.

Dalam pemaparannya, Hari Chandra menjelaskan bahwa perundungan siber merupakan persoalan serius yang memerlukan penanganan komprehensif. Korban sering kali enggan melaporkan perlakuan yang dialami karena cemas akan intimidasi atau menganggapnya sebagai aib. Oleh sebab itu, pendampingan dari lingkungan terdekat sangat dibutuhkan untuk memberi rasa aman bagi anak.

“Tidak mungkin berdiri sendiri. Tiga pilar tadi berfungsi semuanya,” tegas Hari Chandra. Ia memaparkan bahwa keluarga bertindak sebagai garda terdepan pengawasan, sekolah berperan mengasah literasi digital siswa, dan masyarakat membangun lingkungan sosial yang kondusif. Ketiga elemen ini harus berjalan beriringan untuk memastikan bahwa anak mampu mengenali dampak risiko dan bijak dalam memanfaatkan teknologi digital.

Inisiatif seminar ini mendapatkan apresiasi tinggi dari berbagai pihak. Ketua Wanita LDII Jatim, Emie Santoso, menyampaikan bahwa kegiatan ini difokuskan untuk mengedukasi para ibu hingga ke tingkat akar rumput mengenai dampak negatif ruang digital. Langkah Wanita LDII Jatim ini juga diselaraskan dengan program Perisai Anak yang digagas oleh Diskominfo Jawa Timur.

Menag Nasaruddin Umar di Assisi Raih Dukungan Pemimpin Agama Dunia

“Kami memang ingin memberikan penyuluhan atau pengetahuan kepada ibu-ibu kami di seluruh Jawa Timur tentang bahaya atau pengaruh negatif ruang digital terhadap anak-anak,” ujar Emie. Ia menambahkan bahwa program pemerintah tidak akan berjalan optimal tanpa partisipasi aktif para ibu di daerah.

Melalui seminar yang dihadiri perwakilan dari berbagai wilayah di Jawa Timur ini, Wanita LDII Jatim berharap para peserta dapat menerapkan pola pendampingan yang efektif di rumah. Keterlibatan aktif Wanita LDII Jatim diharapkan mampu mewujudkan keluarga sebagai pelindung utama anak dari bahaya dunia maya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement