NUANSADIGITAL.COM, Jakarta (6/2). Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui jalur pendidikan merupakan instrumen paling vital dalam menentukan arah masa depan bangsa.
Pernyataan tersebut disampaikan AHY saat memberikan Kuliah Umum dalam rangkaian acara santunan anak yatim dan pembagian sembako di Pondok Pesantren (Ponpes) Minhajurrosyidin, Jakarta Timur, Rabu (5/3).
Dalam orasinya, Menko AHY mengapresiasi peran Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang dinilai konsisten berkontribusi dalam pembangunan karakter bangsa. Ia menyebut LDII memiliki rekam jejak yang kuat dalam menyelaraskan dakwah Islam dengan nilai-nilai kebangsaan.
“Perpaduan antara nilai keislaman dan nasionalisme menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang religius, berkarakter, sekaligus memiliki semangat patriotisme,” ujar AHY.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah situasi global yang tidak menentu. Menurutnya, kerukunan antara ulama (tokoh agama) dan umaro (pemimpin pemerintah) adalah kunci utama bagi Indonesia untuk tetap damai dan stabil.
Tak hanya memberikan arahan, AHY juga menyempatkan diri meninjau kawasan pendidikan di lingkungan pesantren. Ia memantau langsung progres pembangunan gedung sekolah dari tingkat SD hingga SMA, serta sarana olahraga dan balai pelatihan.
Menurut AHY, langkah Ponpes Minhajurrosyidin dalam menyediakan fasilitas pendidikan yang lengkap adalah investasi nyata untuk mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan global.
Respons Positif dari Tokoh LDII
Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, menyambut hangat kunjungan tersebut. Ia menilai kehadiran tokoh nasional seperti AHY mampu memberikan suntikan motivasi bagi para santri untuk terus berkembang.
“Kami adalah kekuatan sosial, maka harus ada sinergi dengan kekuatan otoritas. Sinergisitas ini menjadi kekuatan luar biasa dalam menjaga keutuhan bangsa dan membangun masa depan,” ungkap Chriswanto.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Ponpes Minhajurrosyidin, KH Chairul Baihaqi, menegaskan komitmennya untuk terus memadukan ilmu pengetahuan umum dengan nilai agama yang kuat. Langkah ini diambil demi mendukung target besar Indonesia Emas 2045.


Comment