NUANSADIGITAL.COM, Nganjuk (9/5) – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terus berkomitmen untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang memadai melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Sebagai langkah nyata dalam mendukung kebijakan tersebut, Puskesmas Kertosono menggandeng Ponpes Al Ubaidah Kertosono untuk menyelenggarakan kegiatan skrining kesehatan massal pada Kamis, 7 Mei 2026.
Kegiatan ini menyasar ratusan peserta yang terdiri dari para santri, peserta pendidikan dan pelatihan (diklat), hingga warga yang tinggal di lingkungan sekitar pondok pesantren sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Program CKG ini merupakan inisiatif rutin yang diintegrasikan ke dalam agenda tahunan Puskesmas Kertosono untuk meningkatkan derajat kesehatan di wilayah setempat. Melalui serangkaian pemeriksaan kesehatan dasar, masyarakat diharapkan dapat mengenali kondisi fisik mereka sejak dini sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya gaya hidup sehat.
Kepala Puskesmas Kertosono, dr. Cordila Elmadhani, menekankan bahwa kegiatan ini berfungsi sebagai langkah preventif yang sangat strategis dalam menekan angka penyakit tidak menular. Beliau menjelaskan bahwa, “Tujuan CKG ini yaitu untuk mendeteksi dini faktor risiko penyakit, melakukan penanganan sejak awal, kemudian meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat.”
Kehadiran program ini disambut dengan tangan terbuka oleh manajemen Ponpes Al Ubaidah Kertosono yang memandang kesehatan sebagai fondasi utama dalam proses belajar mengajar. Kepala Divisi Kesehatan Ponpes Al Ubaidah Kertosono, Ari Hendri Awana, menyatakan bahwa kolaborasi dengan tenaga medis profesional dari Puskesmas sangat penting untuk memastikan seluruh santri berada dalam kondisi fisik yang prima.

Ari Hendri Awana memaparkan bahwa, “Kami mengupayakan santri selalu dalam kondisi terbaik selama menjalani Diklat di Ponpes Al Ubaidah. Karena itu, kami bekerja sama dengan Puskesmas Kertosono agar pemantauan kesehatan dapat dilakukan secara berkala dan tepat sasaran.”
Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan di lingkungan Ponpes Al Ubaidah Kertosono berlangsung sangat interaktif dan penuh antusiasme dari para peserta. Salah satu santriwati yang berasal dari Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) Baitul Jannah Malang, Indah Maharani, mengungkapkan rasa syukurnya atas kemudahan akses medis yang diberikan di lingkungan pondok. Indah memberikan apresiasi terhadap inisiatif tersebut dengan menyatakan, “Alhamdulillah, dengan adanya skrining kesehatan jadi tahu kondisi tubuh kita.
Saya berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dan ditambah sosialisasi kesehatan agar menambah pengetahuan masyarakat.” Melalui sinergi antara instansi kesehatan dan lembaga pendidikan ini, diharapkan tercipta ketahanan kesehatan masyarakat yang lebih kuat dan berkelanjutan.


Comment