Daerah Pendidikan
Home / Provinsi / Pendidikan / Pemkot Bandung Perkuat Langkah Intervensi Kesehatan Mental Remaja di Era Digital

Pemkot Bandung Perkuat Langkah Intervensi Kesehatan Mental Remaja di Era Digital

Potret Pelajar Kota Bandung
Potret Pelajar Kota Bandung

NUANSADIGITAL.COM, Bandung (11/2) – Pemkot Bandung memberikan perhatian serius terhadap meningkatnya isu kesehatan mental yang melanda anak-anak dan remaja saat ini. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa kondisi ini merupakan alarm bagi jajaran pemerintah untuk segera memperkuat langkah pencegahan serta intervensi dini secara nyata.

Saat memberikan sambutan dalam acara Pembukaan Muskerwil II PW Pemudi Persis Jawa Barat pada Minggu (8/2/2026), Farhan menyampaikan keprihatinannya atas beban psikologis yang dipikul generasi muda.

“Kita sedang gelisah. Anak-anak kita sedang menghadapi tekanan yang jauh lebih besar dibanding generasi sebelumnya,” ungkap Farhan.

Menurut Farhan, gangguan kesehatan mental merupakan proses akumulatif dari stres berkepanjangan yang jika dibiarkan dapat memicu depresi hingga tindakan ekstrem seperti bunuh diri. Ia menilai fenomena ini sebagai tragedi kemanusiaan yang harus dihadapi dengan empati dan penanganan komprehensif, terutama di tengah gempuran era digital. Farhan menyoroti bagaimana perundungan di masa kini jauh lebih berbahaya karena tidak lagi terbatas pada lingkungan fisik sekolah, melainkan meluas ke ruang publik digital yang tanpa batas.

“Sekarang satu kesalahan bisa ditertawakan satu dunia. Tekanan psikologisnya jauh lebih berat. Ini berbahaya kalau kita anggap sepele,” jelasnya menekankan urgensi masalah tersebut.

Weda Hendragiri Terpilih Kembali Nahkodai IPSI Wonogiri Periode 2026–2030 secara Aklamasi

Potret Pelajar Kota Bandung
Potret Pelajar Kota Bandung

Sebagai solusi konkret, Pemkot Bandung sedang menyiapkan program intervensi kesehatan mental yang akan diintegrasikan langsung ke lingkungan sekolah. Program ini dirancang untuk melibatkan sinergi antara guru Bimbingan Konseling (BK), psikolog, hingga psikolog klinis guna melakukan asesmen dan pendampingan rutin kepada para siswa.

Dalam pelaksanaannya, Farhan meminta kerja sama dari para orang tua agar lebih terbuka dan tidak merasa terstigmatisasi apabila anak mereka mengikuti prosedur asesmen kesehatan mental.

“Bukan berarti anak kita dianggap bermasalah. Justru ini bentuk kepedulian. Apa yang dialami anak-anak di luar rumah sering kali di luar jangkauan orang tua,” tambahnya untuk meyakinkan masyarakat.

Selain fokus pada pendampingan psikologis, penguatan literasi digital juga menjadi pilar utama dalam strategi pencegahan yang diusung oleh Wali Kota Bandung. Kemampuan anak untuk menyaring informasi dan mengelola tekanan di media sosial dianggap sebagai tameng utama dalam menjaga kesehatan mental mereka.

“Penguatan literasi digital penting karena sebagai bagian dari pencegahan, kemampuan anak dalam menyaring informasi serta dapat memahami situasi media sosial,” pungkasnya.

Kunjungi PKUB Kemenag, Ketua Umum DPP LDII Komitmen Jaga Lingkungan Lewat Dakwah Bilhal

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement