NUANSADIGITAL.COM, Tegal (12/2) – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, menunjukkan komitmen kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan langsung bagi Pondok Pesantren Al-’Adalah di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Bantuan yang diserahkan melalui Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU pada Jumat (6/2/2026).
Hal ini ditujukan untuk membantu pemulihan pesantren yang terdampak musibah tanah bergerak dan longsor. Delegasi PBNU yang dipimpin oleh Sekretaris RMI PBNU Ulun Nuha dan Wakil Sekretaris RMI PBNU Muhammad Iqbal hadir secara fisik untuk memastikan bantuan tersebut dapat segera meringankan beban para santri serta menjamin keberlangsungan aktivitas pendidikan di tengah masa tanggap darurat.
“Alhamdulillah, berkat kesiapsiagaan sejak dini, tidak ada korban jiwa maupun santri yang terluka dalam musibah ini. Evakuasi telah dilakukan dengan cepat sejak tanda-tanda awal pergeseran tanah mulai muncul pada hari Senin lalu.” — Ulun Nuha, Sekretaris RMI PBNU.
Meskipun evakuasi berjalan sukses tanpa korban jiwa, proses pemulihan jangka panjang masih menghadapi tantangan serius, terutama terkait keterbatasan lahan relokasi yang saat ini jauh lebih kecil dibandingkan luas lahan pesantren.
“Proses pemulihan dan rencana relokasi masih menunggu rekomendasi teknis dari Badan Geologi. Kami menghadapi kendala keterbatasan lahan, di mana lokasi saat ini hanya tersedia 5.000 meter persegi, sangat jauh dari luas lahan awal yang mencapai tiga hektare,” Ujar Ulun Nuha.
Pemerintah sendiri telah menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari hingga pertengahan Februari 2026, sembari menunggu kajian teknis dari Badan Geologi mengenai kelayakan wilayah tersebut untuk dihuni kembali. PBNU melalui RMI menyatakan akan terus mendampingi proses ini, baik dari sisi logistik maupun dukungan moral kepada para kiai dan pengelola pesantren. Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat mempercepat normalisasi kegiatan belajar mengajar serta memberikan kepastian tempat tinggal yang aman bagi warga dan santri terdampak.


Comment