NUANSADIGITAL.COM, JAKARTA (10/4) – Ketua Umum PB PERSINAS ASAD, Marsma TNI (Purn) H. Sukur, M.Si. (Han), menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) yang diselenggarakan di Hotel Sultan, Jakarta, pada Kamis (9/4/2026). Kehadiran tokoh purnawirawan TNI Angkatan Udara ini menegaskan dukungan penuh PERSINAS ASAD terhadap penguatan struktur organisasi dan prestasi pencak silat di level nasional.
Munas XVI IPSI tahun ini menjadi momentum krusial bagi dunia persilatan tanah air karena mengusung tema besar “Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade”. Tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan sebuah visi strategis yang menjadi komitmen bersama seluruh elemen pencak silat untuk memotivasi cabang olahraga pencak silat agar diakui secara resmi dalam ajang olahraga bergengsi di dunia.
Dalam rangkaian agenda musyawarah tersebut, H. Sukur menyampaikan harapan besar agar forum ini menghasilkan keputusan-keputusan yang bersifat strategis dan visioner. Beliau menilai bahwa koordinasi yang solid antarperguruan dan pengurus daerah sangat dibutuhkan untuk menciptakan ekosistem olahraga yang profesional dan kompetitif di kancah global.
“Melalui munas ini, kami berharap lahir keputusan-keputusan penting yang dapat membawa pencak silat semakin mendunia hingga masuk Olimpiade,” ujar H. Sukur
Selain fokus pada aspek prestasi dan diplomasi, H. Sukur juga memberikan perhatian khusus pada aspek nilai historis. Beliau menegaskan bahwa pencak silat memiliki karakteristik unik yang membedakannya dengan bela diri lain, karena di dalamnya terkandung identitas jati diri bangsa Indonesia yang sangat kuat.

Menurutnya, menjaga tradisi prestasi di level internasional adalah sebuah kewajiban moral. Beliau menjelaskan bahwa pencak silat tidak boleh hanya dipandang sebagai cabang olahraga fisik semata, melainkan juga sebagai instrumen budaya yang mampu mengharumkan nama bangsa di mata internasional melalui filosofi dan keindahan geraknya.
“Indonesia harus terus mempertahankan tradisi juara. Pencak silat adalah budaya asli Indonesia yang sudah seharusnya menjadi kebanggaan dunia,” tambah H. Sukur. Pernyataan ini menjadi pengingat bagi seluruh peserta Munas agar tetap menjaga kualitas pembinaan atlet sejak dini guna regenerasi prestasi yang berkelanjutan.
Kehadiran delegasi PERSINAS ASAD dalam Munas XVI IPSI ini juga membawa misi penguatan kolaborasi dalam hal peningkatan kualitas kompetisi dan standarisasi pembinaan pesilat. Hal ini mencakup aspek teknis kepelatihan, perwasitan, hingga pemanfaatan teknologi dalam mendukung performa atlet di lapangan.
Secara keseluruhan, Munas XVI IPSI diikuti oleh ratusan perwakilan dari berbagai perguruan silat historis maupun pengurus provinsi dari seluruh penjuru Indonesia. Agenda utama dalam pertemuan besar ini adalah merumuskan program kerja jangka panjang serta menentukan arah kebijakan organisasi untuk periode mendatang.
Dengan berakhirnya musyawarah ini nantinya, diharapkan seluruh elemen di bawah naungan IPSI, termasuk PERSINAS ASAD, dapat bersinergi secara harmonis. Fokus utamanya adalah memastikan bahwa setiap langkah kebijakan yang diambil mampu mempercepat langkah pencak silat untuk berdiri sejajar dengan cabang olahraga elit lainnya di panggung Olimpiade masa depan.


Comment