Internasional
Home / Internasional / Kemenhaj Perkuat Sinergi Layanan Konsumsi Jemaah Haji 2026 di Madinah

Kemenhaj Perkuat Sinergi Layanan Konsumsi Jemaah Haji 2026 di Madinah

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia secara konsisten berupaya meningkatkan standar pelayanan bagi jemaah, khususnya pada sektor logistik pangan. Melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, pemerintah menggelar pertemuan strategis dengan pihak dapur penyedia konsumsi di Madinah pada Kamis (7/5/2026) guna memastikan kesiapan dan kualitas santapan bagi jemaah Haji 2026
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia secara konsisten berupaya meningkatkan standar pelayanan bagi jemaah, khususnya pada sektor logistik pangan. Melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, pemerintah menggelar pertemuan strategis dengan pihak dapur penyedia konsumsi di Madinah pada Kamis (7/5/2026) guna memastikan kesiapan dan kualitas santapan bagi jemaah Haji 2026

NUANSADIGITAL.COM, Madinah (9/5) – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia secara konsisten berupaya meningkatkan standar pelayanan bagi jemaah, khususnya pada sektor logistik pangan. Melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, pemerintah menggelar pertemuan strategis dengan pihak dapur penyedia konsumsi di Madinah pada Kamis (7/5/2026) guna memastikan kesiapan dan kualitas santapan bagi jemaah Haji 2026.

Layanan konsumsi dinilai sebagai instrumen utama dalam ekosistem penyelenggaraan ibadah haji. Hal ini dikarenakan asupan nutrisi yang baik berdampak langsung pada kebugaran fisik dan ketenangan batin jemaah saat menjalankan rangkaian ibadah yang menguras energi di Tanah Suci.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) sekaligus Wakil Penanggung Jawab IV PPIH Arab Saudi, Jaenal Effendi, menegaskan bahwa orientasi utama Kemenhaj adalah menghadirkan pengalaman kuliner yang akrab di lidah jemaah namun tetap memenuhi standar gizi internasional.

“Kemenhaj berkomitmen meningkatkan kualitas layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia, termasuk menghadirkan makanan bercita rasa nusantara agar jemaah merasa nyaman selama menjalankan ibadah di Tanah Suci,” ujar Jaenal Effendi.

Lebih lanjut, Jaenal memaparkan bahwa keberhasilan layanan ini bersandar pada tiga pilar utama: konsistensi pelayanan, akurasi waktu distribusi, serta kekuatan kemitraan antara penyuplai bahan baku dan pengelola dapur. Tanpa sinergi yang solid di antara ketiga elemen tersebut, operasional distribusi makanan kepada puluhan ribu jemaah berisiko mengalami kendala teknis.

Muktamar Ke-35 NU Siapkan Generasi Digital Native

Pertemuan ini juga berfungsi sebagai forum evaluasi terhadap menu-menu yang telah disajikan. PPIH melakukan pengawasan ketat untuk memastikan setiap vendor memenuhi kontrak kerja sama yang telah disepakati. Kemenhaj dalam hal ini berperan sebagai fasilitator business-to-business (B2B) untuk menjamin keberlangsungan rantai pasok.

“Evaluasi bersama akan terus dilakukan, khususnya terkait menu dan kualitas layanan konsumsi, sehingga pelayanan kepada jemaah haji Indonesia dapat semakin optimal,” tegas Jaenal.

Agenda ini dihadiri oleh jajaran petinggi PPIH Arab Saudi, termasuk Wakil Ketua I Abdul Haris, Wakil Ketua II Budi Agung Nugroho, serta Koordinator Bidang Ekosistem Ekonomi Haji, Cecep Khairul Anwar. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengawal setiap detail kebutuhan jemaah.

Melalui koordinasi intensif ini, PPIH Arab Saudi optimistis penyelenggaraan Haji 2026 (1447 H) akan mencatatkan peningkatan kepuasan jemaah, terutama dalam aspek layanan konsumsi yang higienis, tepat waktu, dan memiliki cita rasa khas Indonesia.

Presiden Prabowo Lantik Kepala BGN untuk Program MBG

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement