NUANSADIGITAL.COM, Surabaya (17/2) – Menjelang tibanya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengimbau masyarakat untuk memperkuat kesalehan sosial serta melakukan pembersihan hati. Pesan tersebut disampaikan dalam acara tradisi Megengan yang dirangkai dengan istighotsah, dzikir, dan sholawat di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya pada Minggu (15/2/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Healing Ramadhan: Tenang Jiwa, Kuat Raga 1447 Hijriah” ini berlangsung khidmat dengan kehadiran ratusan santri, praktisi pendidikan agama, serta jemaah lintas generasi sebagai penanda datangnya bulan penuh keberkahan.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa Megengan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan warisan budaya religius yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat Jawa Timur. Tradisi ini dipandang sebagai momentum strategis untuk membersihkan diri dari segala prasangka serta mempererat tali silaturahmi antarsesama sebelum memasuki ibadah puasa. Menurutnya, kesiapan batin melalui perbaikan hubungan antarmanusia merupakan fondasi penting dalam membangun harmoni sosial yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Jawa Timur yang religius dan rukun.
“Alhamdulillah, kita masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk bisa berkumpul dalam tradisi Megengan menyambut bulan suci Ramadhan. Mari saling memaafkan, mempererat silaturahmi, serta memperkuat kepedulian sosial. Inilah yang menjadikan masyarakat Jawa Timur dikenal religius, guyub, rukun, dan saling menguatkan,” ujar Khofifah Indar Parawansa.
Lebih lanjut, Gubernur Khofifah mendorong agar semangat menyambut Ramadhan diwujudkan melalui sikap bantu – membantu kepada warga yang mengalami keterbatasan ekonomi. Beliau menekankan pentingnya perluasan kesalehan sosial dengan cara berbagi agar seluruh lapisan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan layak. Melalui rangkaian istighotsah dan sholawat, umat diingatkan untuk menjaga lisan dari perkataan yang menyakiti serta menghindari sikap saling membenci guna mencapai derajat penyucian jiwa yang sempurna di bulan suci.
“Kita saling menguatkan semangat berbagi, saling membantu, dan memperluas kesalehan sosial,” pungkas Gubernur Khofifah saat menutup sambutannya di hadapan para ustadz, santri, dan jemaah yang memadati masjid.


Comment