NUANSADIGITAL.COM, Jakarta (17/2) – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, memberikan apresiasi terhadap peran strategis media arus utama dalam menjaga kualitas informasi di tengah derasnya arus digital saat ini. Dalam dialog “Apa Kabar Indonesia Pagi” pada Sabtu (14/02/2026), beliau menekankan bahwa media mainstream kini mengemban tanggung jawab yang semakin krusial sebagai rujukan utama masyarakat.
Menurutnya, ketika publik dihadapkan pada keraguan terhadap validitas konten di media sosial, kanal-kanal media arus utama harus hadir menjadi standar kebenaran untuk mengonfirmasi fakta tersebut.
“Peran media mainstream menjadi semakin krusial untuk menjadi rujukan. Jadi ketika misalnya masyarakat melihat konten media sosial yang kemudian masyarakat ragu, saya membayangkan salah satu rujukannya adalah ‘kita coba lihat nih channel-nya [mainstream media]”, ujar Prasetyo Hadi
Lebih lanjut, Mensesneg menyoroti perbedaan signifikan antara pola penyebarluasan informasi di media sosial dengan media konvensional. Beliau mencermati tantangan di dunia digital yang sering kali terjebak dalam tuntutan kecepatan dan penggunaan judul yang provokatif atau clickbait, namun tidak jarang mengabaikan sinkronisasi antara judul dengan isi berita.
“Kalau pola di media sosial karena seringnya ini juga bermain dengan masalah kecepatan, bermain dengan masalah pemilihan-pemilihan judul clickbait supaya viral, yang seringnya antara judul dengan isinya tidak sinkron, nah ini kan juga sebuah tantangan tersendiri,” imbuhnya.
Mewakili Pemerintah dan Presiden, Mensesneg juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh insan pers di tanah air atas dedikasi mereka dalam menjalankan tugas lapangan yang penuh tantangan. Beliau mengakui bahwa kerja keras awak media sangat membantu pemerintah dalam menyampaikan capaian, program, serta kebijakan negara agar dapat dipahami dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat luas.
“Kami paham betul bahwa tidak mudah menjalankan tugas di lapangan. Kita melihat kerja teman-teman media luar biasa dan itu betul-betul tidak mudah. Oleh karena itu, mewakili pemerintah, mewakili Bapak Presiden, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh media di tanah air,” ujarnya.
Sebagai penutup, Mensesneg mengajak seluruh elemen media untuk bersama-sama menjaga ruang digital dari ancaman hoaks, disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian. Beliau berharap insan pers konsisten dalam memperkuat pilar demokrasi, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta membangun karakter publik yang positif. Dengan terus menyajikan pemberitaan yang faktual dan kredibel, media diharapkan mampu menumbuhkan semangat cinta tanah air demi mewujudkan bangsa yang berdaulat serta bermartabat.


Comment