NUANSADIGITAL.COM, Bandung (16/4) – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, secara resmi meluncurkan program bedah rumah massal di wilayah Jawa Barat pada Senin malam, 13 April 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di Kampung Kiaraeunyeuh, Desa Banyusari, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung ini merupakan implementasi nyata dari program strategis Presiden RI Prabowo Subianto dalam upaya menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui Kementerian PKP. Langkah awal ini ditandai dengan renovasi simbolis terhadap sepuluh rumah tidak layak huni di lokasi tersebut, sebagai bagian dari rencana besar pemerintah pusat untuk melakukan perbaikan hunian secara masif di seluruh pelosok negeri.
Dalam sambutannya di depan warga, Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya untuk memastikan program ini berjalan sukses dan tepat sasaran di wilayahnya. Jawa Barat sendiri mendapatkan porsi terbesar dari total target nasional, yakni hampir 10 persen dari total kuota.
“Dengan ini saya resmikan dimulainya renovasi 40.000 rumah di Jabar bantuan dari program bedah rumah Kementerian PKP,” ujar KDM saat memberikan sambutan di lokasi rumah milik Ibu Lis Mulyani, salah satu penerima manfaat yang kesehariannya bekerja sebagai penjahit. KDM tidak hanya datang untuk meresmikan, tetapi juga memberikan tambahan bantuan finansial pribadi sebesar Rp20 juta kepada Ibu Lis untuk modal usaha, melengkapi bantuan renovasi fisik yang diberikan oleh kementerian.

Menteri PKP Maruarar Sirait menjelaskan bahwa tahun ini pemerintah menargetkan renovasi sebanyak 400.000 unit rumah tidak layak huni di seluruh Indonesia. Jawa Barat menjadi prioritas utama karena memiliki jumlah kebutuhan yang cukup signifikan. Program ini dirancang dengan mekanisme “Tender Rakyat” melalui sistem Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Melalui sistem ini, kelompok penerima manfaat berhak menentukan toko bangunan yang memberikan harga paling kompetitif melalui proses yang transparan. Maruarar menilai langkah ini akan sangat efektif dalam menekan kebocoran anggaran dan memberdayakan ekonomi lokal. “Program bedah rumah ini berpotensi mendorong perputaran ekonomi di berbagai daerah serta menghadirkan keadilan bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” ungkap Maruarar.
Di sisi lain, Bupati Bandung Dadang Supriatna memberikan rincian bahwa khusus di wilayah Kabupaten Bandung, program ini akan menyasar 966 unit rumah yang tersebar di 63 desa di 23 kecamatan. Sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten ini diharapkan mampu mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem melalui perbaikan kualitas lingkungan tinggal.
Sisa anggaran yang didapat dari efisiensi tender rakyat nantinya akan dikembalikan dalam bentuk penambahan material bangunan, sehingga kualitas rumah yang dihasilkan menjadi jauh lebih baik dari standar minimal yang ditetapkan. Program ini pun menjadi angin segar bagi warga seperti Ibu Lis yang merasa sangat terbantu, baik dari sisi tempat tinggal maupun penguatan ekonomi keluarga.


Comment